KAWASAN TEKNOLOGI
PENDIDIKAN DAN IMPLEMENTASI DALAM PENDIDIKAN SECARA NASIONAL
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah :Teknologi Pendidikan
DosenPengampu
:Alyan Fatwa, M.Pd
DisusunOleh
:
1. Minkhatul Maula (2118039)
2. Sumaretno (2118056)
3. Indah
Hijrotus Sholihah (2118062)
4. Aqib Sahal (2118074)
5. Salma
Alrifatah (2118099)
KELAS A
JURUSAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERIPEKALONGAN
2020
Kata Pengantar
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, atas
izin-Nya makalah ini dapat diselesaikan, sholawat serta salam semoga
tercurahkan kepada baginda Nabi agung Muhammad saw, sahabat, keluarga dan
umatnya hingga akhir zaman.
Makalah
ini dibuat sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Teknologi Pendiidkan. Hal ini
dimaksudkan untuk menambah pengetahuan yang lebih jelas cakupannya.Penulis sudah
berusaha untuk menyusun makalah ini selengkap mungkin. Penulis juga mengucapkan
terimakasih kepada sumber informasi dan referensi beberapa buku yang menjadi tolak
ukur selesainya makalah ini. Penulis juga menerima saran dan kritik dari pembaca guna penyempurnaan penulisan makalah mendatang.
Akhirnya, makalah ini diharapkan bisa bermanfaat bagi para
pembacanya. Aamiinyarobbalalamin.
Pekalongan,4
Maret 2020
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar................................................................................................. i
Daftar Isi........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah....................................................................... 4
B.
Rumusan
Masalah................................................................................. 4
C.
Tujuan
Penulisan.................................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN
A.
Teknologi
pendidikan .......................................................................... 5
B.
Kawasan
teknologi pendidikan............................................................ 6
C.
Implementasi
teknologi pendidikan dalam pendidikan secara nasional 8
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan........................................................................................... 11
B.
Saran .................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 12
BAB
I
PENDAHULUAN
- Latar
Belakang
Perkembangan ilmu dan
teknologi merupakan salah satu produk dari manusia yang terdidik, dan pada
saatnya manusia itu perlu mendalami dan mampu mengambil manfaatnya. Pendidikan
sebagai ilmu teknologi tidak luput dari gejala perkembangan itu. Teknologi
pendidikan sangat berperan dalam kehidupan manusia karena
melibatkan prosedur, ide peralatan dan orgaisme untuk menganalisis masalah
pendidikan, mencari problem solving, melaksanakan evaluasi dan mengelola
pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek pembelajaran dalam pendidikan
itu.
Oleh karena itu, penulis ingin sedikit memaparkan
tentang kawasan teknologi pendidikan dan implementasinya dalam pendidikan
secara nasional. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis
maupun bagi pembaca.
- Rumusan
Masalah
1. Apakah Pengertian Teknologi Pendidikan ?
2. Apasaja Kawasan Teknologi Pendidikan ?
3. Bagaimana Implementasi Teknologi Pendidikan
Dalam Pendidikan secara Nasional ?
.
.
C. Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui Pengertian Teknologi
Pendidikan .
2. Mengetahui Kawasan Teknologi Pendidikan.
3. Mengetahui Implementasi Teknologi
Pendidikan Dalam Pendidikan secara
Nasional.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Teknologi Pendidikan
Kata teknologi
(technology) berasal dari bahasa Yunani techne yang berarti seni, kerajinan, atau keterampilan dan logia yang berarti kata, studi, atau tubuh ilmu
pengetahuan. Secara etimologi, teknologi merupakan pengetahuan tentang membuat
sesuatu. Technology is the application of knowledge for a practical purpose
(Spector, 2012: 5). Maksudnya, teknologi adalah aplikasi pengetahuan untuk
suatu tujuan praktis. Definisi yang lebih formal diberikan oleh Galbraith dalam
Newby dkk (2000: 9) di mana dikatakan bahwa teknologi adalah “the systematic
application of scientific or other organized knowledge to practical tasks”
(aplikasi sistematis dari pengetahuan ilmiah atau pengetahuan terorganisir
lainnya untuk tugas-tugas praktis).[1]
Sedangkan Istilah pendidikan
didefinisikan sebagai semua aktivitas dan sumber yang mendukung belajar baik
yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan.[2]
Teknologi pendidikan
merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide,
peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah mencari jalan pemecahanya,
melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut
semua aspek belajar manusia.[3]
Menurut AECT (1977)
Teknologi Pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang,
prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan
merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala
aspek belajar manusia.
Dari
pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi pendidikan adalah
suatu cara untuk meningkatkan aktifitas belajar dengan menggunakan media dan
pendayagunaan teknologi yang didesain secara sistematis.
Ø Prinsip Teknologi Pendidikan :
a.
Pendekatan
sistem (system approach)
b.
Berorientasi
pada pembelajaran (learner/student-oriented)
c.
Pemanfaatan
sumber belajar seluas dan semaksimal mungkin
Ø Fungsi Besar Teknologi Pendidikan:
1)
Fungsi-fungsi pengembangan
pendidikan
B. Kawasan Teknologi Pendidikan
Kawasan teknologi pendidikan merupakan suatu tujuan
yang berorientasi pada pendekatan sistem
pemecahan masalah yang memanfaatkan peralatan, teknik, dan teori dalam berbagai
bidang pengetahuan. Konsep kawasan teknologi
pendidikan adalah suatu tujuan yang berorientasi pada pendekatan sistem
pemecahan masalah memanfaatkan peralatan, teknik, teori dan metode dari
berbagai banyak bidang pengetahuan, untuk :
a. Merancang, mengembangkan dan menilai, efektifitas dan efisiensi sumber
manusia dan mesin dalam memfasilitasi dan mempengaruhi semua aspek
pembelajaran.
b. Pedoman agen perubahan perubahan sistem dan praktek dalam hal untuk membagi
dalam mempengaruhi perubahan dalam social.( Luppicini:2005)
Kawasan meurut
AECT 1994 yaitu :
1.
Kawasan Desain
Proses untuk menentukan kondisi belajar
dengan tujuan untuk menciptakan strategi dan produk.[5]
Kawasan desaim terdiri atas desain sistem pembelajaran, desain pesan, strategi
pembelajaran, karakteristik pembelajaran.
2.
Kawasan Pengembangan
Proses penerjemahan spesifikasi desain
kealam bentuk fisik. Meliputi : teknologi cetak, teknologi audiovisual,
teknologi berbasis komputer, teknologi terpadu.
3.
Kawasan Pemanfaatan
Aktifitas menggunakan proses dan sumber
untuk belajar. Meliputi : pemanfaatan media, difusi inovasi, kebijakan dan
regulasi.
4.
Kawasan Pengelolaan
Pengelolaan teknologi pendidikan melalui
perencanaa, pengorganisasian, dan supervisi. Meliputi : pengelolaan proyek,
pengelolaan sumber, pengelolaan informasi.[6]
5.
Kawasan Penilaian
Proses untuk mengkaji serta memperbaiki
suatu produk. Meliputi : analisi masalah, pengukuran acuan, evaluasi.
6.
Kawasan Perlengkapan
Pendayagunaan media instruksional proses
dan sumber belajar untuk mencapai tujuan pengajaran.
7.
Kawasan Evaluasi
Proses penentuan kesesuain antara materi
peajaran dan proses belajar.
Kawasan teknologi pendidikan membagi kesamaan
sebagaimana ilmu dan aplikasi keilmuan sosial.Idealnya setiap teknologi
pendidikan/pembelajaran terutama yang memperoleh pendidikan akademik perlu
menguasai beberapa kawasan teknologi pendidikan.
Kawasan teknologi pendidikan menurut Davies (1978). Davies merumuskan tiga pendekatan sehubungan dengan
bidang garapan atau kawasan teknologi pendidikan. Rumusan davies berikut
meliputi :
1. pendekatan perangkat keras (hardware),
2.
pendekatan perangkat lunak (software)
C. Implementasi Teknologi Pendidikan dalam Pendidikan Secara Nasional
Manusia agar dapat memenuhi kebutuhannya dengan baik
perlu belajar. Sedangkan -untuk dapat belajar secara efektif dan efisien perlu
memanfaatkan beraneka sumber belajar. Teknologi pembelajaran berupaya untuk
merancang, mengembangkan dan memanfaatkan aneka sumber belajar sehingga dapat
memudahkan atau memfasilitasi seseorang untuk belajar. Pada gilirannya terbukanya
kesempatan seseorang untuk belajar sepanjang hayat, di mana saja, kapan saja
dan oleh siapa saja, dengan cara dan sumber belajar apa saja yang sesuai dengan
kondisi dan kebutuhannya.
Dengan demikian teknologi pendidikan diperlukan untuk
dapat menjangkau peserta didik di manapun mereka berada. Selain itu untuk
melayani sejumlah besar dari mereka yang belum memperoleh kesempatan untuk
belajar, memenuhi kebutuhan belajar untuk dapat mengikuti perkembangan, dan
meningkatkan efisiensi, efektifitas dalam belajar.
Teknologi pendidikan secara konseptual dapat berperan
untuk membelajarkan manusia dengan mengembangkan dan atau menggunakan aneka
sumber belajar, yang meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam dan
lingkungan, sumber daya peluang atau kesempatan, serta dengan meningkatkan
efektifitas dan efisiensi sumber daya pendidikan[8].
Berkaitan dengan peranan teknologi pendidikan ini
menurut teknologi pendidikan mempunyai potensi untuk meningkatkan produktifitas
pendidikan, dengan jalan: 1) mempercepat tahap belajar (rate of learning), 2)
membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik, 3) mengurangi beban
guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru dapat membina dan mengembangkan
kegairahan belajar peserta didik.[9]
Dengan demikian teknologi pembelajaran berperan dalam
upaya pemecahan masalah pendidikan dan pembelajaran dengan cara:
- memadukan berbagai macam pendekatan dari bidang
ekonomi, manajemen, psikologi, rekayasa, dan lain-lain secara bersistem;
- memecahkan masalah belajar pada manusia secara
menyeluruh dan serempak, dengan memperhatikan dan mengkaji semua kondisi
dan saling kaitan di antaranya;
- menggunakan teknologi sebagai proses dan produk
untuk membantu memecahkan masalah belajar;
- timbulnya daya lipat atau efek sinegi, dimana
penggabungan pendekatan dan atau unsur-unsur mempunyai nilai lebih dari
sekedar penjumlahan Demikian pula pemecahan secara menyeluruh dan serempak
akan mempunyai nilai lebih daripada memecahkan masalah secara terpisah.[10]
Peranan teknologi pendidikan dalam memecahkan masalah pendidikan dan
pembelajaran, khususnya dalam perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan,
melalui:
a)
penerapan prosedur pengembangan
pembelajaran dalam penyusuanan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),
struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, silabus dan perangkat
pembelajaran lain, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
b)
penerapan prosedur pengembangan
pembelajaran dalam penyusuanan bahan belajar, modul, buku teks, atau buku
elektronik (e-book);
c)
penerapan metode pembelajaran yang
lebih menekankan kepada penerapan teori-teori belajar mutakhir, seperti teori
belajar konstruktivisme dan paradigma baru pendidikan lainnya;
d)
mengembangkan dan memanfaatkan
berbagai jenis media yang sesuai dengan kebutuhan dan dengan mengindahkan
prinsip-prinsip pemanfaatannya secara efektif dan efisien.
e)
mengembangkan strategi pembelajaran
untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses pembelajaran yang aktif,
interaktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).[11]
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Teknologi pendidikan merupakan proses yang kompleks
dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi
untuk menganalisis masalah mencari jalan pemecahanya, melaksanakan,
mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek
belajar manusia.
Kawasan teknologi pendidikan menurut AECT 1994 ada 8
kawasan yaitu kawasan desain, kawasan pengembangan, kawasan pemanfaatan,
kawasan pengelolaan, kawasan penilaian, kawasan perlengkapan, kawasan evaluasi.
Dan ada pendapat lain yaitu
kawasan teknologi pendidikan menurut Davies (1978). Davies merumuskan tiga pendekatan sehubungan dengan
bidang garapan atau kawasan teknologi pendidikan. Rumusan davies berikut
meliputi : pendekatan perangkat keras (hardware), pendekatan perangkat lunak (software), dan perpaduan pendekatan perangkat keras dan perangkat lunak.
Teknologi pendidikan diperlukan untuk dapat menjangkau peserta didik di
manapun mereka berada. Selain itu untuk melayani sejumlah besar dari mereka
yang belum memperoleh kesempatan untuk belajar, memenuhi kebutuhan belajar
untuk dapat mengikuti perkembangan, dan meningkatkan efisiensi, efektifitas
dalam belajar.
B. Saran
- Dengan mengetahui pengertian teknologi pendidikan, kawasan teknologi pendidikan dan implementasi teknologi pendidikan dalam pendidikan secara nasional, yang alhamdulillah telah tersusun pada makalah ini oleh kelompok kami. Dengan harapan mudah-mudahan nantinya menjadi salah satu sumber untuk menambah wawasan.
- Adapun nantinya para pembaca ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai Teknologi Pendidikan dengan berbagai hal-hal yang berkaitan dengannya. Para pembaca bisa mencari buku bacaan sebagai sumber-sumber referensi maupun blog-blog yang dapat di pertanggung jawabkan tentang kebenaran isinya yang membahas tentang hal tersebut. Mengenai hal tersebut bisa di diskusikan kembali secara berkelompok ataupun di pelajari secara pribadi.
DAFTAR
PUSTAKA
Harjali. 2011. TeknologiPendidikan. Ponorogo:Stainpo press.
Miarso, Yusuf Hadi. 1986. DefinisiTeknologiPendidikan.
Jakarta: Rajawali Pers.
Miarso, Yusufhadi. 2004. MenyemaiBenihTeknologiPendidikan.
Jakarta :KencanaPrenada.
Mukminan. 2012
.“Teknologi Pendidikan Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran”. Pontianak:
Universitas Tanjungpura.
Purwanto,dkk. 2005. Jejak Langkah Perkembangan
Teknologi Pendidikan di Indonesia. Jakarta : Pustekkom-Depdiknas.
WarsitaBambang,TeknologiPembelajarandanLandasanAplikasinya.Jakarta:
Rieneka Cipta.2008.
Yaumi, Muhammad. 2016. Terminologi Teknologi
Pembelajaran Suatu Tinjauan Histori. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN
Alaudin Makasar. Jurnal Vol V. Nomor 1, Januari- Juni.
[1]
Muhammad Yaumi,
Terminologi Teknologi Pembelajaran Suatu Tinjauan Historis, Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan UIN Alaudin Makasar, Jurnal Vol V, Nomor 1, Januari- Juni
2016, hlm. 192-193.
[4] Mukminan, “Teknologi Pendidikan Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran”, (Pontianak:
Universitas Tanjungpura, 2012), hlm. 4
[5]Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran dan Landasan Aplikasinya.,(Jakarta : Rieneka Cipta. 2008), hlm. 25.
[8]Yusufhadi
Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan,(Jakarta : Penerbit Prenada
Mendia, 2004), hlm. 701.
[11]Purwanto,dkk, Jejak
Langkah Perkembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia, (Jakarta :
Pustekkom-Depdiknas, 2005), hlm. 18.
